Bahasa Indonesia Kelas 5
BABVII

Bahasa Indonesia · Kelas 5 · Bab VII

Sayangi Bumi

12 soal · Dasar 4 · Sedang 5 · HOTS 3

Tersedia Cakupan TKA

Latihan original Siapin, mengikuti urutan topik buku Kurikulum Merdeka; bukan dari buku paket.

Ingat kembali

  • Teks eksplanasi menjelaskan mengapa atau bagaimana suatu peristiwa terjadi, misalnya banjir atau longsor.
  • Susunan teks eksplanasi: pernyataan umum, urutan sebab-akibat, lalu penutup atau solusi.
  • Sebab adalah hal yang membuat sesuatu terjadi. Akibat adalah hal yang terjadi karena sebab itu.
  • Kata penghubung sebab: karena, sebab. Kata penghubung akibat: sehingga, akibatnya, oleh karena itu.
  • Satu akibat dapat menjadi sebab bagi kejadian berikutnya. Inilah yang disebut rantai sebab-akibat.

Contoh: Lengkapi kalimat ini: “Hutan di lereng bukit ditebang habis, … tanah mudah longsor saat hujan.”

  1. Sehingga. Penebangan hutan adalah sebab, sedangkan longsor adalah akibat, jadi kata penghubung yang tepat adalah “sehingga”.

Awas jebakan!

  • Jangan tertukar antara sebab dan akibat. Tanyakan, “Mana yang terjadi lebih dulu?” Yang terjadi lebih dulu biasanya sebab.
  • “Karena” diletakkan di depan SEBAB, sedangkan “sehingga” diletakkan di depan AKIBAT.

Tujuan bab

  • Menemukan sebab dan akibat dalam teks eksplanasi
  • Mengurutkan rantai sebab-akibat suatu peristiwa alam
  • Menggunakan kata penghubung sebab-akibat dengan tepat
  • Menghubungkan kejadian dalam cerita dengan penjelasan dalam teks informasi

Bacaan bab ini

Mengapa Kota Mudah Kebanjiran?· Teks eksplanasi (informasi)

Banjir sering melanda kota-kota di Indonesia saat musim hujan. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Ketika hujan turun, sebagian air seharusnya meresap ke dalam tanah. Namun, di kota banyak tanah sudah tertutup aspal, beton, dan bangunan. Akibatnya, air hujan tidak dapat meresap dan mengalir di permukaan jalan.

Air itu kemudian masuk ke selokan dan sungai. Masalahnya, banyak selokan tersumbat sampah plastik, daun, dan lumpur. Air pun tidak dapat mengalir dengan lancar. Selokan meluap dan menggenangi jalan serta rumah.

Sungai juga bisa menjadi dangkal karena sampah dan lumpur menumpuk di dasarnya. Sungai yang dangkal hanya mampu menampung sedikit air. Ketika hujan sangat deras, air sungai meluap ke permukiman.

Kita dapat membantu mengurangi banjir. Caranya, jangan membuang sampah ke selokan atau sungai. Kita juga bisa membuat lubang resapan biopori di halaman, yaitu lubang kecil di tanah yang membantu air hujan meresap. Menanam pohon juga berguna karena akar pohon membantu tanah menyerap air.

Jika banyak orang melakukan langkah kecil ini bersama-sama, banjir dapat dikurangi.

Bungkus Permen Kevin· Cerita fiksi

Kevin suka makan permen. Setelah permennya habis, bungkusnya sering ia selipkan ke celah selokan di depan rumah. “Cuma bungkus kecil, tidak apa-apa,” pikirnya.

Suatu malam di bulan Januari, hujan turun deras di Medan. Pagi harinya, air setinggi mata kaki menggenangi jalan di depan rumah Kevin. Sepeda Kevin yang diparkir di halaman ikut terendam. Ibu Kevin sibuk menyapu air dari teras rumah.

Pak Situmorang, ketua RT, mengajak warga membersihkan selokan. Kevin ikut membantu dengan wajah cemberut karena hari itu hari Minggu dan ia ingin bermain.

Ketika penutup selokan dibuka, Kevin terdiam. Di dalamnya ada gumpalan lumpur bercampur puluhan bungkus permen berwarna-warni. Bungkus-bungkus itu menyumbat aliran air.

Wajah Kevin memerah. Ia mengenali bungkus permen rasa jeruk kesukaannya.

“Kalau semua orang berpikir ‘cuma sedikit’, selokan kita bisa penuh,” kata Pak Situmorang sambil mengangkat gumpalan sampah.

Sejak hari itu, Kevin selalu menyimpan bungkus permen di saku, lalu membuangnya ke tempat sampah di rumah. Ia bahkan menempel tulisan “Selokan Bukan Tempat Sampah” di tiang lampu depan rumah.

Latihan bertingkat

Satu soal per layar, tanpa batas waktu, dan pembahasan langsung muncul setelah menjawab. Pemanasan bisa dikerjakan tanpa akun. Latihan dan Tantangan cukup dengan akun gratis.

  1. DasarPemanasan · 4 soalKonsep inti bab. Gratis, tanpa daftar.
  2. SedangLatihan · 5 soalSoal cerita sehari-hari.
    Memeriksa akun…
  3. HOTSTantangan · 3 soalMenalar dari tabel, gambar, atau beberapa pernyataan.
    Memeriksa akun…

Soal pemanasan & pembahasan

  1. 1.Dasar

    (Bacaan 1: “Mengapa Kota Mudah Kebanjiran?”)

    Menurut teks, mengapa air hujan di kota sulit meresap ke dalam tanah?

    • A. Hujan di kota turun terlalu sebentar.
    • B. Tanah di kota terlalu kering.
    • C. Di kota tidak ada sungai.
    • D. Banyak tanah tertutup aspal, beton, dan bangunan.
    Lihat jawaban & pembahasan

    Jawaban yang tepat: “Banyak tanah tertutup aspal, beton, dan bangunan.”.

    1. Paragraf kedua menulis, “di kota banyak tanah sudah tertutup aspal, beton, dan bangunan.
    2. Akibatnya, air hujan tidak dapat meresap.”
    3. Pilihan lain tidak disebutkan dalam teks.
  2. 2.Dasar

    (Bacaan 1: “Mengapa Kota Mudah Kebanjiran?”)

    Apa nama lubang kecil di tanah yang membantu air hujan meresap, menurut teks?

    Lihat jawaban & pembahasan

    Jawaban yang tepat: lubang resapan biopori.

    1. Paragraf kelima menjelaskan bahwa biopori adalah lubang kecil di tanah yang membantu air hujan meresap.
  3. 3.Dasar

    (Bacaan 2: “Bungkus Permen Kevin”)

    Kebiasaan buruk Kevin di awal cerita adalah …

    • A. memarkir sepeda di halaman
    • B. menyelipkan bungkus permen ke celah selokan
    • C. tidak mau ikut kerja bakti
    • D. makan permen sebelum tidur
    Lihat jawaban & pembahasan

    Jawaban yang tepat: “menyelipkan bungkus permen ke celah selokan”.

    1. Paragraf pertama menulis bahwa Kevin sering menyelipkan bungkus permennya ke celah selokan di depan rumah.
    2. Ia memang cemberut saat kerja bakti, tetapi tetap ikut membantu.
  4. 4.Dasar

    (Bacaan 2: “Bungkus Permen Kevin”)

    “Wajah Kevin memerah. Ia mengenali bungkus permen rasa jeruk kesukaannya.” Saat itu Kevin merasa …

    • A. malu
    • B. bangga
    • C. lapar
    • D. takut gelap
    Lihat jawaban & pembahasan

    Jawaban yang tepat: “malu”.

    1. Kevin sadar bahwa sebagian sampah yang menyumbat selokan berasal dari bungkus permennya sendiri.
    2. Wajah memerah adalah tanda malu.

Tantangan terbuka

Amati lingkungan sekitar rumahmu selama 3 hari (selokan, halaman, atau tempat sampah). Catat satu masalah lingkungan yang kamu temukan. Tulis paragraf eksplanasi pendek (5–7 kalimat) berisi masalah, sebab, akibat, dan satu solusi yang bisa dilakukan anak seusiamu. Gunakan minimal dua kata penghubung sebab-akibat.

Yang dinilai orang tua:

  • Masalah yang ditulis benar-benar diamati, bukan disalin dari teks.
  • Ada sebab, akibat, dan solusi yang masuk akal.
  • Minimal dua kata penghubung sebab-akibat dipakai dengan tepat.
  • Solusi dapat dilakukan sendiri atau bersama keluarga.

Refleksi

  • Aku bisa membedakan sebab dan akibat dalam sebuah teks.
  • Aku bisa memakai kata “karena” dan “sehingga” dengan tepat.
  • Satu kebiasaan kecil yang akan kuubah untuk menjaga bumi adalah …

Lembar cetak (PDF)

Semua bab Bahasa Indonesia Kelas 5 dalam satu PDF, dengan kunci dan pembahasan di halaman terpisah. Perlu masuk dengan akun gratis.

Unduh PDF

Untuk Ayah/Bunda

  • Tujuan bab: anak memahami teks eksplanasi dan hubungan sebab-akibat. Bernalar sebab-akibat adalah inti pemahaman inferensial pada TKA SD.
  • Cara mendampingi: saat melihat kejadian sehari-hari (genangan, tanaman layu), ajukan dua pertanyaan: “Apa sebabnya?” dan “Apa akibatnya kalau dibiarkan?”
  • Latih kalimat lisan dengan “karena” dan “sehingga”, misalnya “Aku telat bangun sehingga …”. Pastikan anak tidak menukar posisi sebab dan akibat.
  • Tanda anak perlu bantuan: memilih urutan sebab-akibat yang terbalik (soal 6), atau memilih kata “tetapi” untuk hubungan sebab-akibat.
  • Aktivitas 10 menit: buat “rantai domino” sebab-akibat dari satu kebiasaan, misalnya membuang sampah sembarangan → … → banjir. Minimal empat mata rantai.

Topik ini termasuk cakupan TKA SD. Rata-rata nasional TKA SD 2026: Matematika 43,41, Bahasa Indonesia 60,14.