Bahasa Indonesia Kelas 5
BABVI

Bahasa Indonesia · Kelas 5 · Bab VI

Cinta Indonesia

12 soal · Dasar 4 · Sedang 5 · HOTS 3

Tersedia Cakupan TKA

Latihan original Siapin, mengikuti urutan topik buku Kurikulum Merdeka; bukan dari buku paket.

Ingat kembali

  • Biografi menceritakan perjalanan hidup seseorang: kelahiran, masa kecil, perjuangan, karya, dan keadaannya sekarang.
  • Biografi biasanya disusun berurutan menurut waktu dan memuat banyak keterangan tahun.
  • Puisi tersusun atas bait dan larik (baris). Kata-katanya dipilih agar indah dan bermakna dalam.
  • Majas perumpamaan membandingkan dua hal dengan kata seperti, bagai, atau laksana. Contoh: pulau berjajar seperti manik kalung.
  • Majas personifikasi membuat benda mati seolah-olah hidup seperti manusia. Contoh: angin berbisik dan laut memeluk.
  • Amanat puisi adalah pesan penyair untuk pembaca.

Contoh: Majas apa yang dipakai dalam larik “Matahari tersenyum di balik awan”?

  1. Personifikasi. Matahari adalah benda mati, tetapi digambarkan bisa tersenyum seperti manusia.

Awas jebakan!

  • Tidak semua larik yang memakai kata kerja adalah personifikasi. Cek dulu siapa pelakunya. “Kusentuh Sumatra” dilakukan oleh “aku” (manusia), jadi bukan personifikasi.
  • Saat menghitung umur dari tahun, kurangkan tahun peristiwa dengan tahun lahir. Jangan sebaliknya.

Tujuan bab

  • Menemukan informasi penting dan urutan peristiwa dalam biografi
  • Mengolah keterangan waktu (tahun) dalam teks
  • Mengenali majas perumpamaan dan personifikasi dalam puisi
  • Menyimpulkan amanat puisi dan menghubungkannya dengan tindakan tokoh

Bacaan bab ini

Darman Latuconsina: Merekam Lagu dari Pulau ke Pulau· Biografi (tokoh rekaan)

Darman Latuconsina lahir di Ambon, Maluku, pada tahun 1958. Sejak kecil, ia senang mendengarkan neneknya menyanyikan lagu-lagu daerah sambil menganyam tikar.

Setelah lulus sekolah guru, Darman mengajar musik di sebuah SD di Pulau Saparua. Ia sedih ketika melihat murid-muridnya lebih hafal lagu dari televisi daripada lagu daerah mereka sendiri. Banyak lagu lama hanya diingat oleh orang-orang tua dan belum pernah ditulis.

Pada tahun 1990, Darman mulai berkeliling dengan perahu motor ke desa-desa di Kepulauan Maluku. Ia membawa buku catatan dan alat perekam kaset. Ia meminta para tetua menyanyikan lagu yang mereka ingat, lalu menuliskan lirik dan nadanya. Kadang ombak besar membuat perahunya terombang-ambing, tetapi ia tidak menyerah.

Selama dua puluh tahun, ia berhasil mengumpulkan lebih dari 300 lagu. Lagu-lagu itu ia bukukan dan ia bagikan secara gratis ke sekolah-sekolah.

Kini, walaupun rambutnya sudah memutih, Darman masih mengajar anak-anak bernyanyi setiap Sabtu. “Lagu daerah adalah rumah bagi bahasa dan cerita kita. Kalau kita lupa lagunya, kita bisa lupa siapa diri kita,” katanya.

Nusantara di Peta Kelasku· Puisi

Di dinding kelas, peta tergantung diam,

pulau-pulau berjajar seperti manik kalung,

laut biru memeluk Sabang sampai Merauke,

seakan berkata, “Kalian satu rumah.”

Kusentuh Sumatra yang hijau,

kusapa Kalimantan yang luas,

angin dari Sulawesi berbisik pelan,

membawa wangi cengkih dari Maluku.

Kelak aku ingin berlayar ke sana,

mengenal bahasa dan senyum saudara,

sebab cinta tak cukup di atas kertas,

cinta harus dijaga dengan langkah nyata.

Latihan bertingkat

Satu soal per layar, tanpa batas waktu, dan pembahasan langsung muncul setelah menjawab. Pemanasan bisa dikerjakan tanpa akun. Latihan dan Tantangan cukup dengan akun gratis.

  1. DasarPemanasan · 4 soalKonsep inti bab. Gratis, tanpa daftar.
  2. SedangLatihan · 5 soalSoal cerita sehari-hari.
    Memeriksa akun…
  3. HOTSTantangan · 3 soalMenalar dari tabel, gambar, atau beberapa pernyataan.
    Memeriksa akun…

Soal pemanasan & pembahasan

  1. 1.Dasar

    (Bacaan 1: “Darman Latuconsina: Merekam Lagu dari Pulau ke Pulau”)

    Darman Latuconsina lahir di …

    • A. Pulau Saparua pada tahun 1958
    • B. Ambon, Maluku, pada tahun 1990
    • C. Ambon, Maluku, pada tahun 1958
    • D. Pulau Saparua pada tahun 1990
    Lihat jawaban & pembahasan

    Jawaban yang tepat: “Ambon, Maluku, pada tahun 1958”.

    1. Kalimat pertama menulis, “Darman Latuconsina lahir di Ambon, Maluku, pada tahun 1958.”
    2. Saparua adalah tempat ia mengajar, dan 1990 adalah tahun ia mulai berkeliling.
  2. 2.Dasar

    (Bacaan 1: “Darman Latuconsina: Merekam Lagu dari Pulau ke Pulau”)

    Apa yang dibawa Darman saat berkeliling ke desa-desa?

    • A. buku catatan dan alat perekam kaset
    • B. gitar dan buku lagu
    • C. kamera dan televisi
    • D. tikar anyaman dan perahu
    Lihat jawaban & pembahasan

    Jawaban yang tepat: “buku catatan dan alat perekam kaset”.

    1. Paragraf ketiga menulis, “Ia membawa buku catatan dan alat perekam kaset.”
    2. Tikar disebut di paragraf pertama sebagai anyaman nenek, dan perahu adalah kendaraannya.
  3. 3.Dasar

    (Bacaan 2: “Nusantara di Peta Kelasku”)

    Larik puisi yang mengandung majas PERUMPAMAAN adalah …

    • A. Kusentuh Sumatra yang hijau
    • B. Kelak aku ingin berlayar ke sana
    • C. kusapa Kalimantan yang luas
    • D. pulau-pulau berjajar seperti manik kalung
    Lihat jawaban & pembahasan

    Jawaban yang tepat: “pulau-pulau berjajar seperti manik kalung”.

    1. Larik ini membandingkan pulau-pulau dengan manik kalung dengan memakai kata “seperti”.
    2. Itulah ciri majas perumpamaan.
    3. Larik lain tidak membandingkan dua hal.
  4. 4.Dasar

    (Bacaan 2: “Nusantara di Peta Kelasku”)

    Benda yang digambarkan dalam bait pertama puisi adalah …

    • A. kalung manik milik ibu
    • B. peta yang tergantung di dinding kelas
    • C. perahu yang berlayar ke Maluku
    • D. rumah di Sabang dan Merauke
    Lihat jawaban & pembahasan

    Jawaban yang tepat: “peta yang tergantung di dinding kelas”.

    1. Larik pertama menulis, “Di dinding kelas, peta tergantung diam.”
    2. Larik-larik berikutnya menggambarkan apa yang terlihat di peta itu: pulau-pulau dan laut.

Tantangan terbuka

Tulislah puisi 2 bait (masing-masing 4 larik) tentang daerah tempat tinggalmu atau daerah di Indonesia yang ingin kamu kunjungi. Gunakan minimal satu majas perumpamaan (seperti/bagai) dan satu majas personifikasi. Beri judul, lalu bacakan puisimu di depan keluarga.

Yang dinilai orang tua:

  • Ada judul, 2 bait, dan masing-masing 4 larik.
  • Ada minimal 1 perumpamaan dan 1 personifikasi yang tepat.
  • Isi puisi menunjukkan rasa cinta atau kekaguman pada daerah tersebut.
  • Dibacakan dengan lafal jelas dan ekspresi yang sesuai.

Refleksi

  • Aku bisa membedakan majas perumpamaan dan personifikasi.
  • Aku bisa menghitung umur tokoh dari keterangan tahun dalam biografi.
  • Satu langkah nyata yang bisa kulakukan untuk mencintai Indonesia adalah …

Lembar cetak (PDF)

Semua bab Bahasa Indonesia Kelas 5 dalam satu PDF, dengan kunci dan pembahasan di halaman terpisah. Perlu masuk dengan akun gratis.

Unduh PDF

Untuk Ayah/Bunda

  • Tujuan bab: anak membaca biografi dan puisi, mengenali majas, dan memahami makna kiasan. TKA SD memasukkan biografi dan puisi dalam kelompok teks sastra.
  • Catatan: tokoh Darman Latuconsina adalah tokoh rekaan untuk latihan. Bila anak ingin membaca biografi tokoh nyata, pilih sumber tepercaya dan bandingkan susunannya dengan teks ini.
  • Cara mendampingi: bacakan puisi dengan ekspresi, lalu tanyakan, “Kalimat mana yang membuat benda mati seolah-olah hidup?”
  • Tanda anak perlu bantuan: menganggap semua kalimat yang memakai kata kerja sebagai personifikasi (lihat soal 7 pilihan C).
  • Aktivitas 10 menit: main tebak majas, yaitu bergantian membuat satu kalimat perumpamaan (memakai “seperti”) tentang benda di rumah.

Topik ini termasuk cakupan TKA SD. Rata-rata nasional TKA SD 2026: Matematika 43,41, Bahasa Indonesia 60,14.