Perbedaan TOEFL, IELTS, dan TOEIC: Tes Bahasa Inggris Mana yang Cocok untukmu?
Saat ingin membuktikan kemampuan bahasa Inggris, banyak orang bingung memilih antara TOEFL, IELTS, dan TOEIC. Ketiganya sama-sama tes terstandar, tapi dirancang untuk tujuan berbeda. Memilih tes yang salah bisa membuang waktu, biaya, dan tenaga karena hasilnya mungkin tidak diterima oleh institusi yang kamu tuju.
Artikel ini menjelaskan perbedaan TOEFL, IELTS, dan TOEIC dari segi tujuan, format, sistem skor, dan situasi penggunaan. Dengan memahaminya, kamu bisa menentukan tes yang paling sesuai dengan kebutuhanmu, entah untuk studi, kerja, atau imigrasi.
Tujuan Utama Masing-Masing Tes
Perbedaan paling mendasar terletak pada tujuan. TOEFL umumnya digunakan untuk keperluan akademis, terutama mendaftar ke universitas yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. IELTS juga dipakai untuk studi, tetapi punya cakupan lebih luas hingga ke keperluan imigrasi dan kerja di beberapa negara.
TOEIC, sebaliknya, berfokus pada dunia kerja dan komunikasi profesional. Banyak perusahaan memakainya untuk rekrutmen dan promosi. Memahami tujuan ini adalah langkah pertama memilih tes yang tepat sesuai rencanamu.
Perbedaan Format dan Keterampilan yang Diuji
Ketiga tes menguji keterampilan bahasa dengan penekanan berbeda. Mengetahui format membantumu menyiapkan diri secara terarah.
Berikut gambaran ringkas yang membedakan ketiganya:
- TOEFL ITP menguji Listening, Structure, dan Reading dalam format pilihan ganda, tanpa Speaking dan Writing.
- IELTS menguji empat keterampilan lengkap: Listening, Reading, Writing, dan Speaking, termasuk wawancara langsung dengan penguji.
- TOEIC versi umum menguji Listening dan Reading dalam konteks bisnis, dengan versi terpisah untuk Speaking dan Writing.
Sistem Skor yang Berbeda
Sistem penilaian ketiganya juga berbeda dan tidak bisa langsung dibandingkan satu sama lain. TOEFL ITP menggunakan rentang skor 310 hingga 677. IELTS memakai skala band 0 hingga 9 dengan kelipatan setengah. TOEIC Listening and Reading menggunakan rentang 10 hingga 990.
Karena skalanya berbeda, jangan pernah menganggap angka tinggi di satu tes otomatis setara dengan tes lain. Selalu periksa skor minimum yang diminta institusi tujuanmu dalam jenis tes yang mereka terima.
Memilih Berdasarkan Situasi
Pilihan terbaik bergantung pada kebutuhanmu. Jika tujuanmu studi lanjut, periksa tes apa yang diminta kampus incaranmu, karena sebagian menerima TOEFL dan sebagian IELTS. Jika kamu menyiapkan diri untuk melamar kerja di perusahaan yang menuntut bukti komunikasi bisnis, TOEIC biasanya paling relevan.
Faktor lain yang patut dipertimbangkan adalah ketersediaan tes di kotamu, biaya, serta gaya soal yang lebih cocok dengan kekuatanmu. Misalnya, jika kamu kuat berbicara langsung, format wawancara IELTS bisa menjadi keunggulan.
Menyiapkan Diri Setelah Menentukan Pilihan
Setelah memilih tes yang tepat, langkah berikutnya adalah persiapan terarah sesuai format dan sistem skor masing-masing. Strategi belajar TOEFL berbeda dari IELTS, dan keduanya berbeda lagi dari TOEIC. Menyamakan persiapan untuk ketiganya justru tidak efisien.
Apa pun pilihanmu, mengukur kesiapan sejak dini sangat membantu. Kamu bisa mencoba try out TOEFL, IELTS, maupun TOEIC di Siapin untuk mengetahui posisi skor estimasimu dan menyusun rencana belajar yang sesuai dengan tes yang kamu tuju.
Uji strategimu di try out TOEFL full-length
6 try out · 840 soal · 1 kelas · 2 flipbook. Timer seperti ujian asli, pembahasan tiap soal, dan posisimu dibanding peserta lain.
Paket Lengkap TOEFL Rp432.000Rp149.000 · bayar sekali, akses 1 tahun
Tim penyusun materi dan bank soal Siapin. Menulis panduan persiapan ujian berdasarkan kisi-kisi resmi dan data latihan peserta.