Contoh Soal UKOM Bidan Kegawatdaruratan Maternal Neonatal
Jawaban singkat: soal kegawatdaruratan maternal neonatal di UKOM Bidan hampir selalu menanyakan tindakan pertama yang tepat sesuai kewenangan bidan, lalu kapan merujuk. Topik yang paling sering dilatih adalah preeklamsia berat dan eklamsia, perdarahan pascasalin karena atonia uteri, asfiksia bayi baru lahir, dan hipotermia. Berikut lima soal original beserta pembahasannya.
Semua soal di bawah ini ditulis khusus untuk latihan dan bukan soal ujian resmi. Pembahasannya mengacu pada prinsip asuhan persalinan normal dan buku saku pelayanan kesehatan ibu serta bayi baru lahir dari Kementerian Kesehatan. Dalam praktik, selalu ikuti protokol fasilitas tempat kamu bekerja.
Soal 1: Bagaimana tindakan bidan pada preeklamsia dengan gejala berat?
Seorang perempuan berusia 27 tahun, G1P0A0, hamil 35 minggu, datang ke praktik mandiri bidan dengan nyeri kepala hebat dan pandangan kabur sejak pagi. Tekanan darah 168/112 mmHg, nadi 92 kali/menit, napas 20 kali/menit, protein urin +3, refleks patela positif. Tindakan yang paling tepat adalah ...
A. Anjurkan tirah baring dan kontrol ulang tiga hari lagi. B. Berikan dosis awal magnesium sulfat, lalu rujuk ke rumah sakit. C. Berikan diazepam intravena dan observasi di klinik. D. Lakukan induksi persalinan di praktik mandiri. E. Berikan antipiretik dan cairan oral.
Jawaban: B. Tekanan darah sistolik di atas 160 mmHg disertai nyeri kepala hebat dan gangguan penglihatan adalah tanda preeklamsia dengan gejala berat. Magnesium sulfat adalah obat pilihan untuk mencegah kejang. Sebagai pertolongan pertama kegawatdaruratan, bidan memberikan dosis awal (4 g intravena perlahan dalam larutan 20%) dengan memastikan refleks patela positif, frekuensi napas minimal 16 kali/menit, dan produksi urin cukup, lalu merujuk dengan pendampingan. Siapkan kalsium glukonas 10% sebagai antidot. Opsi A berbahaya karena menunda penanganan, opsi C bukan pilihan utama pencegahan kejang, dan opsi D di luar kewenangan serta fasilitas praktik mandiri.
Soal 2: Apa yang dilakukan pertama kali saat ibu hamil kejang?
Seorang ibu hamil 37 minggu di ruang tunggu puskesmas tiba-tiba kejang seluruh tubuh. Sebelumnya ia mengeluh pusing. Tindakan pertama bidan adalah ...
A. Memasang infus dan mengambil darah untuk laboratorium. B. Membebaskan jalan napas, memiringkan ibu, dan mencegah cedera. C. Mengukur tekanan darah terlebih dahulu. D. Memeriksa denyut jantung janin. E. Melakukan pemeriksaan dalam untuk menilai pembukaan.
Jawaban: B. Pada setiap kejang, prioritas pertama adalah keselamatan ibu: jaga jalan napas, posisikan miring (umumnya ke kiri) untuk mencegah aspirasi, lindungi dari benturan, dan jangan memasukkan benda keras ke mulut secara paksa. Setelah itu berikan oksigen, panggil bantuan, berikan magnesium sulfat sesuai protokol, dan siapkan rujukan. Pemeriksaan tekanan darah, denyut jantung janin, dan laboratorium dilakukan setelah ibu stabil.
Soal 3: Bagaimana penanganan atonia uteri setelah masase gagal?
Seorang ibu P3A0 baru melahirkan bayi seberat 3.900 gram. Plasenta lahir lengkap 10 menit lalu. Perdarahan diperkirakan 700 ml, kontraksi uterus lembek, dan uterus tetap tidak berkontraksi setelah masase fundus selama 15 detik. Kandung kemih kosong. Tindakan selanjutnya adalah ...
A. Eksplorasi manual sisa plasenta. B. Kompresi bimanual interna. C. Menjahit laserasi perineum. D. Observasi perdarahan 30 menit. E. Memberikan uterotonika per oral lalu memulangkan ibu.
Jawaban: B. Plasenta lengkap, uterus lembek, dan faktor risiko bayi besar mengarah ke atonia uteri. Bila masase tidak berhasil, langkah berikutnya adalah kompresi bimanual interna. Jika uterus berkontraksi, pertahankan dan pantau. Jika tidak, ajarkan keluarga melakukan kompresi bimanual eksterna, berikan uterotonika tambahan sesuai protokol (metilergometrin tidak diberikan pada ibu hipertensi), pasang infus oksitosin, dan segera rujuk. Opsi A tidak sesuai karena plasenta lahir lengkap, dan opsi D membuang waktu yang sangat berharga.
Soal 4: Apa langkah awal resusitasi bayi baru lahir?
Bayi laki-laki lahir cukup bulan dengan air ketuban jernih. Saat lahir, bayi tidak menangis dan tonus ototnya lemah. Langkah yang paling tepat adalah ...
A. Langsung melakukan ventilasi tekanan positif. B. Melakukan kompresi dada. C. Melakukan langkah awal: jaga kehangatan, atur posisi, isap lendir bila perlu, keringkan dan rangsang, atur kembali posisi, lalu nilai napas. D. Memberikan oksigen aliran bebas tanpa evaluasi. E. Meletakkan bayi di dada ibu untuk IMD.
Jawaban: C. Bayi yang tidak menangis atau tidak bernapas dan tonusnya lemah membutuhkan langkah awal resusitasi yang diselesaikan dalam sekitar 30 detik. Setelah itu nilai napas. Jika bayi tetap tidak bernapas atau megap-megap, mulai ventilasi tekanan positif. Kompresi dada tidak dilakukan sebelum ventilasi yang efektif. IMD ditunda sampai bayi bernapas spontan dan stabil.
Soal 5: Bagaimana menangani bayi berat lahir rendah yang hipotermia?
Bayi perempuan usia 6 jam, berat lahir 1.950 gram, suhu aksila 35,8°C, masih mau menyusu, tidak sesak. Tindakan yang paling tepat adalah ...
A. Memandikan bayi dengan air hangat. B. Menghangatkan bayi dengan kontak kulit ke kulit bersama ibu, memakaikan topi dan selimut, melanjutkan pemberian ASI, serta memantau suhu. C. Menjemur bayi di bawah sinar matahari. D. Menunda menyusui sampai suhu normal. E. Memberikan susu formula saja.
Jawaban: B. Suhu 35,8°C termasuk hipotermia sedang menurut klasifikasi yang umum dipakai (32–35,9°C). Pada bayi yang masih aktif menyusu, penghangatan terbaik adalah kontak kulit ke kulit seperti metode kanguru, ditambah topi dan selimut, sambil tetap menyusui untuk mencegah hipoglikemia. Pantau suhu secara berkala. Jika suhu tidak naik, bayi malas menyusu, atau muncul tanda bahaya, rujuk. Memandikan bayi justru menambah kehilangan panas.
Pola apa yang bisa dipelajari dari lima soal ini?
Perhatikan bahwa jawaban yang benar selalu memenuhi tiga syarat: menyelamatkan nyawa lebih dulu, sesuai kewenangan bidan, dan diikuti rujukan bila kasus melampaui fasilitas. Gunakan pola ini untuk mengeliminasi opsi:
- Coret opsi yang menunda tindakan pada kasus gawat, seperti observasi atau kontrol ulang.
- Coret opsi yang melompati urutan, misalnya kompresi dada sebelum ventilasi.
- Coret opsi di luar kewenangan atau fasilitas, seperti tindakan operatif di praktik mandiri.
- Dari opsi tersisa, pilih yang menstabilkan pasien sekaligus menyiapkan rujukan.
Bagaimana melatih soal kegawatdaruratan agar tidak salah urutan?
Hafalkan algoritma sebagai urutan tindakan, bukan daftar istilah. Tulis ulang algoritma perdarahan pascasalin, preeklamsia-eklamsia, dan resusitasi bayi baru lahir dari ingatan seminggu sekali sampai lancar. Setelah itu, uji dengan soal kasus yang beragam. Try out UKOM Bidan di Siapin menyediakan simulasi penuh dengan pembahasan per opsi, sehingga kamu bisa memeriksa apakah urutan berpikirmu sudah benar di bawah tekanan waktu.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berikut jawaban singkat untuk pertanyaan yang paling sering muncul seputar topik ini.
Apakah bidan boleh memberikan magnesium sulfat?
Dalam kondisi kegawatdaruratan, bidan dapat memberikan pertolongan pertama termasuk dosis awal magnesium sulfat sesuai protokol, lalu merujuk. Tata laksana lanjutan dilakukan di fasilitas rujukan.
Berapa batas perdarahan pascasalin?
Perdarahan pascasalin umumnya didefinisikan sebagai kehilangan darah 500 ml atau lebih setelah persalinan pervaginam. Namun, tanda syok dapat muncul lebih awal pada ibu anemia, jadi nilai juga kondisi klinisnya.
Apakah soal kegawatdaruratan banyak keluar di UKOM Bidan?
Kegawatdaruratan maternal neonatal termasuk topik inti dalam kompetensi bidan dan sering muncul dalam latihan. Proporsi pastinya tidak dipublikasikan dalam pengumuman resmi 2026.
Kenapa tidak boleh langsung kompresi dada pada bayi tidak bernapas?
Pada bayi baru lahir, penyebab utama henti napas biasanya gangguan ventilasi. Karena itu, ventilasi yang efektif menjadi prioritas, dan kompresi dada baru dipertimbangkan bila denyut jantung tetap sangat rendah setelah ventilasi adekuat.
Uji strategimu di try out UKOM Bidan full-length
1 try out · 180 soal. Timer seperti ujian asli, pembahasan tiap soal, dan posisimu dibanding peserta lain.
Paket Lengkap UKOM Bidan Rp99.000 · bayar sekali, akses 1 tahun
Tim penyusun materi dan bank soal Siapin. Menulis panduan persiapan ujian berdasarkan kisi-kisi resmi dan data latihan peserta.