Skor Minimal Bahasa Inggris LPDP 2027: Tabel TOEFL, IELTS, PTE, dan Duolingo per Jenjang
Skor minimal bahasa Inggris LPDP pada ketentuan terbaru (Tahap II 2026) adalah IELTS 6,0 atau TOEFL ITP 500 untuk S2 dalam negeri, serta IELTS 6,5, TOEFL iBT 80, atau PTE Academic 58 untuk S2 luar negeri. Untuk S3, ambangnya lebih tinggi: TOEFL ITP 530 atau iBT 70 untuk dalam negeri, dan IELTS 7,0, iBT 94, atau PTE 65 untuk luar negeri. Ketentuan resmi LPDP 2027 belum diumumkan per 25 Oktober 2026, jadi angka Tahap II 2026 inilah patokan paling mutakhir untuk menyusun target.
Artikel ini merangkum tabel skor per jenjang, perubahan penting yang berlaku sejak Tahap II 2026, dan cara memakai angka-angka itu untuk merencanakan tes. Angka di bawah dihimpun dari ketentuan LPDP Tahap II 2026 sebagaimana dirangkum laman informasi Institut Teknologi Sumatera (ITERA) yang mengacu pada laman resmi LPDP. Selalu cocokkan lagi dengan buku panduan resmi di laman LPDP begitu pendaftaran 2027 dibuka.
Berapa skor minimal bahasa Inggris LPDP untuk S2?
Untuk pelamar umum (non-afirmasi) yang belum memegang LoA unconditional, ketentuan Tahap II 2026 membedakan tujuan dalam negeri dan luar negeri. Perbedaan paling mencolok ada pada TOEFL ITP: sertifikat ini dipakai untuk tujuan dalam negeri, tetapi tidak dipakai untuk tujuan luar negeri.
- Magister dalam negeri: TOEFL ITP 500, TOEFL iBT 61, IELTS 6,0, PTE Academic 50, Duolingo English Test 105, atau TOEP 500.
- Magister luar negeri: TOEFL iBT 80, IELTS 6,5, PTE Academic 58, atau Duolingo English Test 120. TOEFL ITP tidak dipakai.
- Untuk tujuan dalam negeri, sertifikat tes internal dari 35 perguruan tinggi dalam negeri yang tercantum dalam daftar LPDP juga diterima, dengan skor yang mengikuti daftar tersebut.
Berapa skor minimal bahasa Inggris LPDP untuk S3?
Jenjang doktor menuntut skor lebih tinggi, terutama untuk luar negeri. Ada pula ketentuan khusus bagi pelamar berstatus CPNS, PNS, TNI, atau Polri yang menuju program doktor luar negeri.
- Doktor dalam negeri: TOEFL ITP 530, TOEFL iBT 70, IELTS 6,0, PTE Academic 50, Duolingo English Test 110, atau TOEP 530.
- Doktor luar negeri: TOEFL iBT 94, IELTS 7,0, PTE Academic 65, atau Duolingo English Test 130.
- Doktor luar negeri untuk CPNS/PNS/TNI/Polri: TOEFL iBT 80, IELTS 6,5, PTE Academic 58, atau Duolingo English Test 120.
Apa yang berubah sejak LPDP Tahap II 2026?
Berdasarkan pemberitaan per Juli 2026, LPDP melonggarkan syarat bahasa Inggris pada seleksi Tahap II 2026. Ada tiga perubahan yang paling berdampak bagi pelamar. Pertama, pemegang LoA unconditional tidak lagi wajib mengunggah sertifikat bahasa Inggris, baik untuk tujuan dalam maupun luar negeri. Kedua, untuk tujuan luar negeri kini tersedia opsi Duolingo English Test. Ketiga, untuk tujuan dalam negeri ditambahkan opsi sertifikat dari pusat bahasa perguruan tinggi dalam negeri dan TOEP.
Perubahan ini belum tentu dibawa utuh ke periode 2027. Kebijakan LPDP bisa disesuaikan dari tahap ke tahap, sehingga anggap aturan Tahap II 2026 sebagai acuan perencanaan, bukan kepastian. Jika kamu mengandalkan LoA unconditional sebagai pengganti sertifikat, pastikan juga LoA itu benar-benar tanpa syarat bahasa, karena kampus luar negeri sering menerbitkan LoA bersyarat sampai skor bahasa terpenuhi.
Bagaimana syarat bahasa untuk jalur afirmasi?
Menurut rangkuman ketentuan Tahap II 2026, putra-putri Papua tidak dipersyaratkan sertifikat bahasa Inggris, baik untuk tujuan dalam maupun luar negeri. Pelamar dari daerah afirmasi, keluarga prasejahtera, dan penyandang disabilitas tidak memerlukan sertifikat untuk tujuan dalam negeri. Untuk tujuan luar negeri, kelompok ini memakai ambang yang lebih rendah, misalnya IELTS 6,0, TOEFL iBT 61, PTE 50, atau Duolingo 95.
Karena rincian afirmasi cukup beragam, termasuk ketentuan khusus bagi penyandang disabilitas rungu, baca bagian afirmasi di buku panduan resmi dengan teliti sebelum memilih tes.
Apakah cukup mengejar skor minimal LPDP saja?
Tidak selalu. Ada dua lapis syarat yang harus kamu penuhi: syarat LPDP dan syarat kampus tujuan. Banyak program magister di luar negeri meminta IELTS 6,5 atau 7,0 dengan nilai minimum per komponen, misalnya tidak boleh ada band di bawah 6,0. Artinya, IELTS 6,5 yang cukup untuk LPDP bisa saja belum cukup untuk kampus jika Writing-mu hanya 5,5.
Cara paling aman adalah menulis target sebagai angka tertinggi dari kedua syarat itu, lalu menambah margin sekitar setengah band atau beberapa poin. Margin ini memberi ruang jika hasil tes resmi sedikit di bawah perkiraan latihan.
- Catat syarat LPDP untuk jenjang dan tujuanmu.
- Catat syarat program studi tujuan, termasuk skor minimum per komponen.
- Ambil angka tertinggi sebagai target, lalu tambahkan margin.
- Ukur posisimu sekarang dengan simulasi lengkap, lalu hitung selisihnya.
- Jadwalkan tes resmi saat skor latihan sudah stabil di atas target.
Bagaimana mengukur jarak dari skor sekarang ke skor target?
Mulailah dengan satu simulasi lengkap dalam kondisi mirip ujian sungguhan: waktu ketat, tanpa jeda, dan audio diputar normal. Hasilnya memberi gambaran komponen mana yang paling jauh dari target. Kamu bisa memakai try out TOEFL ITP, IELTS, atau PTE di Siapin yang dilengkapi audio dan pembahasan, lalu menelaah setiap kesalahan untuk melihat polanya. Skor latihan seperti ini adalah estimasi kesiapan, bukan skor resmi.
Ulangi simulasi setiap dua minggu. Jika skormu naik konsisten dan sudah melewati target dengan margin, itulah saat yang tepat untuk mendaftar tes resmi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berikut jawaban singkat untuk pertanyaan yang paling sering muncul seputar topik ini.
Apakah TOEFL ITP bisa dipakai untuk LPDP luar negeri?
Menurut ketentuan Tahap II 2026, TOEFL ITP hanya dipakai untuk tujuan dalam negeri. Untuk tujuan luar negeri, gunakan TOEFL iBT, IELTS, PTE Academic, atau Duolingo English Test sesuai ambang yang berlaku.
Apakah syarat skor LPDP 2027 sudah resmi diumumkan?
Per 25 Oktober 2026 belum ada pengumuman resmi ketentuan LPDP 2027. Gunakan angka Tahap II 2026 sebagai acuan perencanaan, lalu verifikasi di laman resmi LPDP saat buku panduan 2027 terbit.
Kalau sudah punya LoA unconditional, apakah tetap perlu tes bahasa?
Pada Tahap II 2026, pemegang LoA unconditional dibebaskan dari kewajiban mengunggah sertifikat bahasa Inggris. Namun, kebijakan ini perlu dicek ulang untuk periode 2027, dan sertifikat tetap berguna sebagai cadangan.
Uji strategimu di try out Tes Beasiswa (LPDP) full-length
6 try out · 540 soal · 1 kelas · 1 flipbook. Timer seperti ujian asli, pembahasan tiap soal, dan posisimu dibanding peserta lain.
Paket Lengkap Tes Beasiswa (LPDP) Rp432.000Rp99.000 · bayar sekali, akses 1 tahun
Tim penyusun materi dan bank soal Siapin. Menulis panduan persiapan ujian berdasarkan kisi-kisi resmi dan data latihan peserta.