Contoh Soal UKOM Ners 2026: 6 Kasus Klinis dan Pembahasannya
Soal UKOM Ners berbentuk kasus klinis (vignette) pilihan ganda: ada data pasien, lalu pertanyaan tentang pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi, atau prioritas tindakan. Cara paling efektif berlatih adalah mengerjakan kasus, lalu membaca pembahasan untuk memahami alasan jawaban benar dan mengapa pilihan lain kurang tepat. Berikut enam contoh original.
Semua soal di bawah ditulis khusus untuk artikel ini dan bukan soal ujian resmi. Jawaban mengacu pada prinsip keperawatan yang umum diajarkan, termasuk Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), SLKI, dan SIKI dari PPNI. Coba jawab dulu sebelum membaca pembahasannya.
Seperti apa bentuk soal UKOM Ners?
UKOM keperawatan 2026 dilaksanakan dengan metode Computer Based Test (CBT). Setiap soal biasanya terdiri atas tiga bagian: kasus singkat berisi identitas, keluhan, dan data pemeriksaan; pertanyaan inti; serta lima pilihan jawaban. Pertanyaan inti menentukan apa yang dicari, misalnya "diagnosis keperawatan utama", "tindakan yang paling tepat", atau "data tambahan yang perlu dikaji". Karena itu, biasakan membaca kalimat pertanyaan lebih dulu sebelum membaca kasus secara utuh.
Soal 1 (KMB): Apa diagnosis keperawatan utama pada pasien pascaoperasi?
Seorang laki-laki 45 tahun dirawat hari pertama setelah laparotomi. Pasien tampak meringis, memegangi area luka, dan menolak miring kanan-kiri. Skala nyeri 7 dari 10. Frekuensi nadi 104 kali/menit, tekanan darah 132/86 mmHg, frekuensi napas 22 kali/menit. Apakah diagnosis keperawatan utama pada kasus tersebut?
A. Intoleransi aktivitas. B. Nyeri akut. C. Risiko infeksi. D. Ansietas. E. Gangguan mobilitas fisik.
Jawaban: B. Data mayor nyeri akut terpenuhi: keluhan nyeri, tampak meringis, bersikap protektif (memegangi luka), dan nadi meningkat, dengan penyebab agen pencedera fisik berupa prosedur operasi. Risiko infeksi memang relevan pada luka operasi, tetapi diagnosis aktual yang mengganggu saat ini lebih diprioritaskan. Keengganan bergerak di sini merupakan akibat nyeri, sehingga menangani nyeri juga membantu mobilisasi.
Soal 2 (KMB): Tindakan apa untuk sputum kental yang sulit dikeluarkan?
Seorang perempuan 60 tahun dengan pneumonia mengeluh sulit mengeluarkan dahak. Batuk tidak efektif, terdengar ronki di kedua lapang paru bawah, sputum kental. Frekuensi napas 26 kali/menit, saturasi oksigen 93% dengan nasal kanul. Tindakan keperawatan mandiri yang paling tepat adalah ...
A. Memberikan obat mukolitik. B. Mengajarkan batuk efektif dalam posisi semi-Fowler atau Fowler. C. Memasang ventilator. D. Membatasi asupan cairan. E. Menganjurkan pasien tidur telentang datar.
Jawaban: B. Masalahnya adalah bersihan jalan napas tidak efektif akibat sekresi yang tertahan. Posisi semi-Fowler atau Fowler membantu ekspansi paru, dan batuk efektif membantu mengeluarkan sekret. Pemberian mukolitik adalah tindakan kolaborasi yang memerlukan resep. Membatasi cairan justru dapat membuat sekret makin kental bila tidak ada kontraindikasi, dan posisi telentang datar mempersulit pernapasan.
Soal 3 (Gawat darurat): Apa tindakan pertama pada henti jantung?
Di ruang tunggu poliklinik, seorang laki-laki tiba-tiba jatuh. Setelah memastikan lingkungan aman, perawat menepuk bahu dan memanggil pasien, tetapi tidak ada respons. Pasien tidak bernapas normal (hanya terengah-engah) dan nadi karotis tidak teraba dalam 10 detik. Bantuan dan defibrilator sudah diminta. Apakah tindakan selanjutnya?
A. Memberikan dua kali napas bantuan terlebih dahulu. B. Memasang infus. C. Segera melakukan kompresi dada. D. Memeriksa tekanan darah. E. Memindahkan pasien ke ruang tindakan.
Jawaban: C. Napas terengah-engah (gasping) bukan napas normal dan harus dianggap sebagai tanda henti jantung. Untuk dewasa, kompresi dada dimulai segera dengan kecepatan 100–120 kali/menit dan kedalaman sekitar 5–6 cm, dengan rasio 30 kompresi : 2 ventilasi. Menunda kompresi untuk tindakan lain menurunkan peluang hidup pasien.
Soal 4 (KMB): Bagaimana penanganan hipoglikemia pada pasien sadar?
Seorang perempuan 58 tahun dengan diabetes melitus tipe 2 yang mendapat insulin mengeluh lemas dan gemetar menjelang makan siang. Kulit berkeringat dingin, pasien sedikit bingung tetapi masih bisa menelan dengan baik. Gula darah sewaktu 52 mg/dL. Tindakan yang paling tepat adalah ...
A. Memberikan 15–20 gram karbohidrat sederhana per oral, lalu cek ulang gula darah 15 menit kemudian. B. Memberikan dosis insulin berikutnya. C. Menyuruh pasien tidur dan memantau besok pagi. D. Memberikan makanan tinggi lemak. E. Memuasakan pasien.
Jawaban: A. Pada pasien hipoglikemia yang sadar dan mampu menelan, prinsipnya adalah memberikan karbohidrat sederhana yang cepat diserap (misalnya larutan gula atau jus), lalu mengulang pemeriksaan gula darah sekitar 15 menit kemudian dan mengulang pemberian bila masih rendah. Lemak memperlambat penyerapan glukosa. Jika pasien tidak sadar atau tidak bisa menelan, jalur oral tidak aman dan diperlukan penanganan kolaboratif.
Soal 5 (Anak): Bagaimana rehidrasi pada diare dengan dehidrasi ringan-sedang?
Seorang anak laki-laki usia 2 tahun dengan berat badan 12 kg dibawa karena diare cair sejak kemarin. Anak rewel, mata cekung, minum dengan lahap, dan cubitan kulit perut kembali lambat. Anak masih sadar dan tidak ada tanda syok. Tata laksana cairan yang sesuai adalah ...
A. Infus cairan kristaloid secepatnya. B. Oralit sekitar 75 ml/kg berat badan dalam 3 jam pertama. C. Menghentikan semua asupan cairan. D. Memberikan air putih saja. E. Memberikan obat antidiare.
Jawaban: B. Temuan rewel, mata cekung, haus atau minum lahap, dan cubitan kulit kembali lambat sesuai klasifikasi dehidrasi ringan-sedang. Tata laksananya adalah rehidrasi oral dengan oralit sekitar 75 ml/kg dalam 3 jam, sehingga untuk anak 12 kg sekitar 900 ml, disertai pemberian zinc dan ASI atau makan tetap dilanjutkan. Obat antidiare tidak dianjurkan untuk anak, sedangkan infus diprioritaskan pada dehidrasi berat.
Soal 6 (Jiwa): Apa intervensi awal pada pasien dengan halusinasi pendengaran?
Seorang laki-laki 30 tahun di ruang rawat jiwa sering tampak berbicara dan tertawa sendiri. Pasien mengatakan mendengar suara yang mengejeknya terutama saat menyendiri. Ini pertemuan pertama perawat dengan pasien. Tindakan yang paling tepat adalah ...
A. Membantah bahwa suara itu tidak nyata dengan nada tegas. B. Membina hubungan saling percaya, membantu pasien mengenali halusinasinya, dan mengajarkan cara menghardik. C. Membiarkan pasien menyendiri agar tenang. D. Langsung mengajak pasien ikut terapi aktivitas kelompok. E. Mengikat pasien untuk keamanan.
Jawaban: B. Pada strategi pelaksanaan pertama untuk halusinasi, perawat membina hubungan saling percaya, membantu pasien mengenali isi, waktu, frekuensi, dan situasi pemicu halusinasi, lalu mengajarkan cara mengontrol dengan menghardik. Membantah isi halusinasi merusak kepercayaan, menyendiri justru memicu halusinasi, dan pengikatan hanya untuk kondisi tertentu yang membahayakan, bukan langkah awal.
Pola apa yang bisa dipelajari dari enam soal ini?
Perhatikan bahwa jawaban benar hampir selalu memenuhi tiga syarat berikut. Jadikan pola ini alat bantu saat ragu di antara dua pilihan.
- Sesuai dengan data mayor pada kasus, bukan sekadar mungkin terjadi.
- Merupakan tindakan mandiri perawat ketika soal tidak menyebut kolaborasi.
- Mengutamakan keselamatan: jalan napas, pernapasan, dan sirkulasi lebih dulu.
- Tidak bertentangan dengan prinsip etik, seperti menghormati martabat pasien.
Bagaimana cara berlatih soal UKOM Ners yang efektif?
Latihan per topik penting di awal, tetapi menjelang ujian kamu perlu membiasakan diri dengan kasus campuran dalam satu sesi panjang. Kerjakan try out full-length dengan pembahasan, misalnya di Siapin, lalu luangkan waktu yang sama panjang untuk membaca pembahasan. Catat setiap kesalahan dalam satu kalimat: konsep apa yang terlewat dan bagaimana mengenalinya lain kali.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berikut jawaban singkat untuk pertanyaan yang paling sering muncul.
Apakah soal UKOM Ners selalu berbentuk kasus?
Sebagian besar soal UKOM Ners berbentuk kasus klinis singkat yang menuntut penalaran, bukan hafalan definisi. Kasusnya bisa di rumah sakit, keluarga, maupun komunitas.
Apakah contoh soal ini sama dengan soal ujian asli?
Tidak. Semua soal di artikel ini original untuk latihan. Soal ujian resmi bersifat rahasia dan disusun baru oleh penyelenggara.
Berapa lama idealnya mengerjakan satu soal UKOM?
Jika satu sesi ujian memberi sekitar satu menit per soal, latih dirimu menyelesaikan soal mudah dalam waktu kurang dari itu agar ada sisa waktu untuk soal yang panjang. Pastikan alokasi resmi periode kamu ke prodi.
Uji strategimu di try out UKOM Perawat full-length
1 try out · 180 soal. Timer seperti ujian asli, pembahasan tiap soal, dan posisimu dibanding peserta lain.
Paket Lengkap UKOM Perawat Rp99.000 · bayar sekali, akses 1 tahun
Tim penyusun materi dan bank soal Siapin. Menulis panduan persiapan ujian berdasarkan kisi-kisi resmi dan data latihan peserta.